Memilih Angle Foto Yang Tepat Saat Memotret, Mana Yang Paling Sering Kamu Pakai?
“Kalo buat model, angle foto seperti apa ya bagusnya ?”
Duakk..! (digetok)
“Makanya belajar yang bener, yang itu saja masak kamu tidak tahu!”
Hehe itu adalah percakapan imajinatif saya sendiri, jadi jangan takut ada yang terluka atau merasa terancam dalam hal ini.

Berbicara tentang angle foto, kebanyakan kita (fotografer-red) menganggap sepele.
“Emang situ fotografer?”
“Oke.. Cukup.”
Setiap angle foto yang kita pilih akan berdampak secara signifikan dalam foto yang kita hasilkan nantinya. Ciye signifikan..
sbobet?
“Teknik fotografi Forced Perspective adalah salah satu teknik foto yang memanfaatkan ilusi optik sehingga menampilkan objek yang tidak wajar (lebih besar atau lebih kecil dari seharusnya). Teknik ini terkadang memanfaatkan angle foto yang unik untuk mendapat hasil seperti itu.”
Maksudnya adalah saat kamu memilih foto dengan sudut pandang yang agak ‘kurang wajar’, maka hasil foto tersebut juga akan kurang wajar.
Yah meskipun kita tahu bersama, fotografi adalah seni, oleh karena itu menetapkan wajar dan tidak wajar setipis benang penyusun kain kasa lukahati. Oke jangan baper.
Mari kita lihat beberapa angle foto yang sering dipakai saat memotret, dan bagaimana memilih yang tepat kalau ingin memotret.
Angle foto frog eye memang lebih menekankan sudut pandang sangat rendah dari objek foto utama. Terkadang sampai rata dengan tanah.
Kesan yang akan di dapat adalah sudut pemandangan yang tidak biasa, hal ini bisa kamu aplikasikan jika mau menonjolkan kemegahan sebuah konstruksi bangunan, ataupun sekedar memotret langit biru dengan hiasan gedung pencakar langit.
Angle foto jenis ini tentu akan cocok kalau objek foto yang kamu incar sesuai dengan kesan yang nampak tadi. Contohnya: foto gedung, jembatan yang megah.

Kalau ini dipakai memotret model, maka efek yang paling mudah terlihat adalah modelmu akan tampak seperti raksasa hehe. Tapi hal itu tergantung lensa yang dipakai juga, jika tak mau model jadi raksasa, ambil jarak yang cukup jauh dan gunakan lensa dengan focal length panjang (lensa tele).
Jangan lupa, agar mempermudah kamu mengkomposisi foto, gunakan kamera yang layarnya bisa tilting ,atau layar LCD kameranya bisa dilipat (tujuan layarnya dibuat seperti itu, ya ini hehe), jika tidak punya juga ya…. Selamat tiarap!
Sudut pandang bird’s eye view akan menampilkan foto yang umumnya diambil dari atas atau lebih tinggi dari objek foto. Beberapa jenis foto yang menggunakanelang drone akan sangat menonjolkan ciri khas angle foto ini.

Beberapa kesan yang akan ditangkap dari foto jenis ini antara lain: area foto yang luas bahkan terkadang sangat luas, oleh karena itu angle foto ini banyak dipakai saat pemetaan ataupun untuk pengawasan suatu area.
Untuk mendapatkan angle foto ini kamu tak perlu untuk membeli drone yang harganya berjuta-juta. Cukup nangkring di atas dahan pohon pun, kamu sudah bisa mendapat sudut pandang semacam ini, asal pohonnya dipinggir jurang hehe.. Becanda.
Jika pengen yang lebih modern pun bisa, memotret dari atas gedung pencakar langit 15 lantai juga akan membawa kesan ini. Tapi jika kamu benar-benar ingin merasakan bagaimana sensasinya memotret dengan sudut pandang bird’s eye view ini, cobalah memotret dengan drone tadi dan kamu akan tahu perbedaannya.
Patokan yang paling umum adalah mata model tersebut. Selain itu mata juga bagian yang senantiasa menjadi fokus utama setiap pemotretan model.
Jadi kalau model kamu sedikit mmm lebihpendek rendah dari kamu, yah kamu harus rendah hati eh maksudnya merendahkan posisi kameramu untuk mendapatkan angle foto ini.
Tujuannya tentu agar supaya memberikan kesan natural serta mirip dengan yang dilihat mata normal.
Meski begitu terkadang sudut foto ini membuat kesan membosankan, karena sudah terlampau sering dipergunakan oleh fotografer. Oleh karena itu kadang fotografer menaikkan atau menurunkan sudut pandangnya, sehingga muncul jenis angle foto berikut ini:
Dengan memanfaatkan low angle, kita memberikan kesan yang mirip dengan frog eye, hanya tidak seekstrim itu. Kesan megah, gagah dan powerful akan tampak dalam foto dengan menggunakan angle ini.
Selain itu sudut pandang ini cocok kalau kamu lagi mengincar foto satwa ataupun memotret anak-anak. Dengan sudut pandang rendah maka kita akan sejajar dengan mereka. Jika dipakai memotret satwa, satwa yang dipotret pun akan lebih nyaman atau tidak merasa terganggu.

Dengan high angle kita bisa mendapatkan cakupan pandangan yang lebih luas dibandingkan eye level di poin nomer 3, tapi tentu tidak seekstrim yang didapat oleh bird’s view tadi.
Menggunakan high angle kita bisa menonjolkan komposisi secara leluasa dalam frame foto yang kita potret, karena didukung luasnya area yang bisa kita ambil di sudut pandang ini.
sumber : saveseva.com
Duakk..! (digetok)
“Makanya belajar yang bener, yang itu saja masak kamu tidak tahu!”
Hehe itu adalah percakapan imajinatif saya sendiri, jadi jangan takut ada yang terluka atau merasa terancam dalam hal ini.

Berbicara tentang angle foto, kebanyakan kita (fotografer-red) menganggap sepele.
“Emang situ fotografer?”
“Oke.. Cukup.”
Setiap angle foto yang kita pilih akan berdampak secara signifikan dalam foto yang kita hasilkan nantinya. Ciye signifikan..
sbobet?
“Teknik fotografi Forced Perspective adalah salah satu teknik foto yang memanfaatkan ilusi optik sehingga menampilkan objek yang tidak wajar (lebih besar atau lebih kecil dari seharusnya). Teknik ini terkadang memanfaatkan angle foto yang unik untuk mendapat hasil seperti itu.”
Maksudnya adalah saat kamu memilih foto dengan sudut pandang yang agak ‘kurang wajar’, maka hasil foto tersebut juga akan kurang wajar.
Yah meskipun kita tahu bersama, fotografi adalah seni, oleh karena itu menetapkan wajar dan tidak wajar setipis benang penyusun kain kasa luka
Mari kita lihat beberapa angle foto yang sering dipakai saat memotret, dan bagaimana memilih yang tepat kalau ingin memotret.
1. Frog’s Eye (Suka tiarap nih..)
Kebiasaan fotografer yang suka tiarap ya ini… Hasil fotonya akan menyerupai penglihatan kodok berharap bintang jatuh di tengah hari, hehe.Angle foto frog eye memang lebih menekankan sudut pandang sangat rendah dari objek foto utama. Terkadang sampai rata dengan tanah.
Kesan yang akan di dapat adalah sudut pemandangan yang tidak biasa, hal ini bisa kamu aplikasikan jika mau menonjolkan kemegahan sebuah konstruksi bangunan, ataupun sekedar memotret langit biru dengan hiasan gedung pencakar langit.
Angle foto jenis ini tentu akan cocok kalau objek foto yang kamu incar sesuai dengan kesan yang nampak tadi. Contohnya: foto gedung, jembatan yang megah.

Kalau ini dipakai memotret model, maka efek yang paling mudah terlihat adalah modelmu akan tampak seperti raksasa hehe. Tapi hal itu tergantung lensa yang dipakai juga, jika tak mau model jadi raksasa, ambil jarak yang cukup jauh dan gunakan lensa dengan focal length panjang (lensa tele).
Jangan lupa, agar mempermudah kamu mengkomposisi foto, gunakan kamera yang layarnya bisa tilting ,atau layar LCD kameranya bisa dilipat (tujuan layarnya dibuat seperti itu, ya ini hehe), jika tidak punya juga ya…. Selamat tiarap!
2. Bird’s Eye View (Yang suka terbang…)
Maksudnya bukan terbang kayak elang di sinetron ya.Sudut pandang bird’s eye view akan menampilkan foto yang umumnya diambil dari atas atau lebih tinggi dari objek foto. Beberapa jenis foto yang menggunakan

Beberapa kesan yang akan ditangkap dari foto jenis ini antara lain: area foto yang luas bahkan terkadang sangat luas, oleh karena itu angle foto ini banyak dipakai saat pemetaan ataupun untuk pengawasan suatu area.
Untuk mendapatkan angle foto ini kamu tak perlu untuk membeli drone yang harganya berjuta-juta. Cukup nangkring di atas dahan pohon pun, kamu sudah bisa mendapat sudut pandang semacam ini, asal pohonnya dipinggir jurang hehe.. Becanda.
Jika pengen yang lebih modern pun bisa, memotret dari atas gedung pencakar langit 15 lantai juga akan membawa kesan ini. Tapi jika kamu benar-benar ingin merasakan bagaimana sensasinya memotret dengan sudut pandang bird’s eye view ini, cobalah memotret dengan drone tadi dan kamu akan tahu perbedaannya.
3. Eye Level ( Sama tinggi coy)
Tanpa bermaksud merendahkan yang tinggi badannya agak kurang, angle foto eye level adalah ketika kita memotret objek foto (manusia), kita menyesuaikan sudut pandang sama dengan tinggi model yang kita potret.Patokan yang paling umum adalah mata model tersebut. Selain itu mata juga bagian yang senantiasa menjadi fokus utama setiap pemotretan model.
Jadi kalau model kamu sedikit mmm lebih
Tujuannya tentu agar supaya memberikan kesan natural serta mirip dengan yang dilihat mata normal.
Meski begitu terkadang sudut foto ini membuat kesan membosankan, karena sudah terlampau sering dipergunakan oleh fotografer. Oleh karena itu kadang fotografer menaikkan atau menurunkan sudut pandangnya, sehingga muncul jenis angle foto berikut ini:
4. Low Angle (Turun dikit deh)
Berbeda dengan frog eye yang membuat fotografer kadang harus tiarap rebahan, low angle cuma memaksa kamu untuk sedikit jongkok ataupun sedikit merendahkan posisi tangan kamu saat memotret, dan kemudian diarahkan ke objek.Dengan memanfaatkan low angle, kita memberikan kesan yang mirip dengan frog eye, hanya tidak seekstrim itu. Kesan megah, gagah dan powerful akan tampak dalam foto dengan menggunakan angle ini.
Selain itu sudut pandang ini cocok kalau kamu lagi mengincar foto satwa ataupun memotret anak-anak. Dengan sudut pandang rendah maka kita akan sejajar dengan mereka. Jika dipakai memotret satwa, satwa yang dipotret pun akan lebih nyaman atau tidak merasa terganggu.
5. High Angle (Up.. Up)
Memotret dari posisi yang lebih tinggi dari objek foto, sering kita gunakan kalau mau memotret keramaian lalu lintas, kerumunan orang yang sementara berkumpul, ataupun foto grup yang berjejer hingga beberapa baris ke belakang.
Dengan high angle kita bisa mendapatkan cakupan pandangan yang lebih luas dibandingkan eye level di poin nomer 3, tapi tentu tidak seekstrim yang didapat oleh bird’s view tadi.
Menggunakan high angle kita bisa menonjolkan komposisi secara leluasa dalam frame foto yang kita potret, karena didukung luasnya area yang bisa kita ambil di sudut pandang ini.
****
Jadi
angle foto yang mana yang sering kamu gunakan? Pemilihan sudut pandang
foto juga menunjukan ciri khas kamu sebagai fotografer, dan itu biasanya
terlihat dari kumpulan foto yang tersaji dalam portfolio atau galeri
foto kamu.
Selain kelima angle yang umumnya dikenal fotografer di atas, ada juga satu angle yang dikenal dengan Canted Angle, untuk
angle yang satu ini kamu akan memiringkan sudut pandang (kameramu),
tujuan utamanya tentu agar supaya foto yang dihasilkan lain dari pada
yang lain.
Memahami dampak setiap angle
foto di atas dengan tepat, akan membantu kamu saat harus mengejar momen
dan menginginkan foto yang dramatis atau lain dari biasanya. So..
Selamat memotret. Jangan lupa share artikel ini dengan teman-teman kamu
ya.
PS. Buat yang pengen mendapat tips
dan trik fotografi langsung di kotak masuk emailnya, langsung aja
daftarkan email kamu di form samping atau di bawah postingan (jika
menggunakan handphone). Jangan lupa juga ikutan lewat Fanpage FB kami atau follow di akun Twitter yang ada.
sumber : saveseva.com


Komentar
Posting Komentar